Pohon petai cina


"Pohon petai cina"

Lamtoro, petai cina, atau petai selong adalah tanaman perdu dari suku polong-polongan yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Tanaman ini berasal dari daerah Amerika beriklim tropis dan sudah ratusan tahun yang lalu diperkenalkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan. Kemudian, tanaman ini menyebar pula ke pulau-pulau lain di Indonesia.

A. Klasifikasi tanaman Lamtoro

Kingdom  : Plantae
Divisi  : Magnoliophyta
Kelas  :  Magnoliopsida
Sub kelas  : Rosidae
Ordo  : Fabales
Famili  : Mimosaceae
Genus  : Leucaena
Spesies  : Leucaena leucocephala L.


B. Morfologi Tanaman Lamtoro

Ciri khusus lamtoro / ciri khas lamtoro & struktur morfologi lamtoro yaitu :

Morfologi Pohon Lamtoro

Pohon lamtoro mempunya tinggi yang bisa mencapai 20 meter, meski kebanyakan hanya tumbuh pada kisaran 2 – 10 meter. Percabangan lamtoro rendah dengan pepagan berwarna kecokelatan atau keabu-abuan, berbintil-bintil dan berlentisel. Ranting-ranting lamtoro berbentuk bulat torak dengan bagian ujung yang berambut rapat.

Morfologi Daun Lamtoro

Daun lamtoro adalah daun majemukdan berbentuk menyirip rangkap dengan siripnya yang berjumlah 3 – 10 pasang. Daun penumpu lamtoro kecil dan berbentuk segitiga.




Anak daun setiap sirip berjumlah 5 – 20 pasang, letaknya berhadapan, bentuk garis memanjang dengan bagian ujung runcing dan pangkal miring (tidak sama). Permukaan daun berambut halus dan tepinya berjumbai. Daun lamtoro ini sering digunakan oleh masyarakat sebagai pakan ternak.

Morfologi Bunga Lamtoro

Bunga Lamtoro adalah bunga majemuk yang berupa bongkol bertangkai panjang yang terkumpul dalam berisi 2 – 6 bongkol. Masing-masing bongkol tersusun dari 100 – 180 kuntum bunga, membentuk bola yang berwarna putih atau kekuningan dengan diameter 12 – 21 mm, di atas tangkai sepanjang 2 – 5cm.


Bunga lamtoro berukuran kecil-kecil, berbilangan 5. Tabung kelopak tanaman ini berbentuk menyerupai lonceng dan bergigi pendek serta berukuran sekitar 3 mm. Mahkota berbentuk solet dan berukuran 5 mm serta lepas-lepas. Benang sari berjumlah 10 helai dan berukuran sekitar 10 mm dan lepas-lepas.

Morfologi Buah Lamtoro

Buah lamtoro adalah polong dan berbentuk seperti pita lurus, pipih dan tipis serta berukuran panjang sekitar 14 – 26 cm dengan lebar 2 cm. Buah yang berwarna hijau dan akhirnya akan menjadi cokelat kehijauan atau cokelat tua apabila kering ini memiliki sekat-sekat di antara bijinya. Jika sudah masak, buah akan memecah sendiri sepanjang kampuhnya.


Buah lamtoro mengandung 15-30 biji yang terletak melintang dalam polongan, berbentuk bulat telur sungsang atau bundar telur terbalik, dengan warna coklat tua mengkilap yang berukuran panjang 6 – 10 mm dengan lebar 3 – 4,5 mm. Bijinya mirip petai, namun berukuran lebih kecil dan berpenampang lebih kecil.

C. Kandungan Nutrisi Lamtoro

Energi  =  148 kcal (620 kj)
Karbohidrat  =  26,2 gr
Lemak  =  0,5 gr
Protein  =  10,6 gr
Vitamin A equiV  =  416 mikrogram (46%)
Vitamin B1 (Tiamina)  =  0,23 mg (18%)
Vitamin C  =  20 mg (33%)
Kalsium  =  155 mg (16%)

D. Manfaat Lamtoro Untuk Kesehatan

Berikut ini beberapa manfaat lamtoro untuk pengobatan :

1. Biji lamtoro berkhasiat untuk mengobati cacingan,bengkak(oedem),radang ginjal dan kencing manis.

2. Akar lamtoro berkhasiat untuk melancarkan haid.

3. Seluruh bagian tanaman lamtoro berkhasiat untuk mengobati luka lebam, bisul, dan abses paru.

4. Tanaman lamtoro juga diketahui bekhasiat untuk mengatasi susah tidur karena gelisah.

tanaman lamtoro juga diketahui menghasilkan zat penyamak dan zat pewarna alami. Kulit, batang dan biji lamtoro diketahui dapat menghasilkan pewarna merah, coklat dan hitam. Semoga bermanfaat…

Thanks for reading...
Share:

0 komentar:

Posting Komentar